Ringkasan Kajian Islam Bulanan Istiqlal 19 Februari 2017

Kali ini aku akan meringkas sedikit ilmu yang aku dapet di kajian pada tanggal 19 februari 2017. Jadi waktu itu aku mengkuti acara kajan bulanan yang seperti biasa dibimbing oleh Ustad Yusuf Mansyur. Sebenernya sih udah ikut kajian dari awal-awal bulan tahun 2016 lalu. Tapi belum terpikir untuk men-share­ ilmu dari kajian yang aku ikuti. Setelah dipikir-pikir selama ini ikut kajian tiap bulan, tapi banyak yang terlupa untuk materi-materi yang dibahas dalam Al Quran. Yang teringat hanya motivasi-motivasi yang diberikan oleh Ustad. Tetapi pelajaran untuk Ayat-ayat Al Quran mengenai implementasinya dengan kehidupan atau jika dikaitkan dengan kehidupan seperti yang disampaikan pada kajian-kajian sebelumnya sudah terlupa. Memang pada intinya setiap ceramah Ustad Yusuf Mansyur selalu meberikan motivasi kepada temen-temen semua untuk selalu berusaha dalam meraih impian dan cita-cita yang besar, tidak hanya dengan bekerja keras tetapi juga mendekati Allah Swt sang pemilik segalanya. Yakinlah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita dengan kita selalu mendekat kepada-nya. Itulah inti yang saya dapat dan selalu ditekankan ketika kajian islam bulanan di Istiqlal bersama Ustad Yusuf Mansyur.

Jadi supaya ngga lupa aku mau share disini, karena ilmu jika dibagikan maka akan semakin berkah dan tentu saja kita akan semakin ingat dengan apa yang telah kita pelajari. Ilmu ini tidak hanya bermanfaat untukku saja tapi juga buat temen-temen yang ngga ikut kajian kemarin karna berhalangan atau juga yang udah ikut tapi ingin me-review materi kajian bulanan. Semoga temen-temen yang baca ini semuanya semakin rajin ikut pengajian dan semoga ilmunya bermanfaat untuk kita semua ya. Aamiin…

Baiklah langsung saja ke materinya ya.. Jadi pada kajian tanggal 19 Februari 2017, selain Ustad Yusuf juga ada Wirda anaknya yang juga sempat memberikan motivasi kepada semua teman-teman yang hadir di masjid Istiqlal. Lalu ada Ustadzah Nabila yang disebut gurunya Wirda. Waktu aku denger Ustadzah Nabila mengaji Al Quran aku terharu banget. Bacaannya merdu. Ngga bosen denger Ustadzah Nabila membacakan ayat-ayat suci Al Quran. Dan rencananya akan ada acara kajian khusus perempuan setiap malam minggu bersama Wirda Mansyur dan Ustadzah Nabila. Tapi masih rencana sih dan masih dikordinasikan dengan panitia masjid. Tapi aku rasanya ngga sabar deh.. Aku ketika pertama kali datang ke kajian islam di Istiqlal rasanya tuh pengen balik lagi untuk kajian selanjutnya. Materi dan penyampaiannya kena banget..

Back to the topic..

Jadi ini yang saya kutip dari Wirda. “Semua yang terjadi pada diri kita itu semua karna Allah dan Al Quran.” Contohnya ya seperti wirda yang bisa sekolah ke luar negeri padahal dia juga merasa bahwa itu sulit. Tapi bisa terjadi itu semua karna Allah dan Al Quran. Yang tidak mungkin pasti menjadi mungkin.

Pada intinya kita harus selalu berpikir besar, berpikir positif dan jangan lupa tulis apa yang kita inginkan. Karna tulisan impian kita akan membawa kepada impian kita sebagai doa dan pengingat untuk mencapai nya.

Setelah Wirda ada Ustadzah Nabila yang yang membaca dan membahas kandungan surah Taha ayat 1-21. Yang kemudiannya pembahasannya memfokuskan pada ayat 17-21.

Ayat 17 : “Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?”

Ayat 18 : Dia (Musa) berkata, “Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain.”

Ayat 19 : Dia (Allah) berfirman, “Lemparkanlah ia, wahai Musa!”

Ayat 20 : Lalu, (Musa) melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.

Ayat 21 : Dia (Allah) berfirman, “Peganglah ia dan jangan takut, kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula.”

Dapat dipelajari bahwa maksud dari penyampaian surah diatas adalah semua hal yang tidak mungkin terjadi bagi manusia, bisa saja terjadi atas izin Allah Swt. Tanpa kita sadari kita sering berpikir bahwa, “ah tidak mungkin. Mana mungkin itu terjadi keadaannya aja masih begini.. ga mungkinlah…”.

Itu yang tertanam dibenak kita padahal dengan kita berpikir seperti itu kita sama saja meragukan kekuasaan Allah swt. Contohnya jika dikaitkan dengan tongkat nabi musa yang dapat berubah menjadi Ular. Bukankah itu adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi sebuah benda mati dapat berubah menjadi makhluk hidup yaitu seekor ular.

Dalam surah Al Baqarah ayat 60 :

Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya lalu Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.

Dari surah diatas itu adalah sebagian lagi dari mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Musa. Yakinlah bahwa dengan memohon pertolongan kepada Allah, Allah akan memberikan pertolongannya kepada kita.

Kemudian, Ustad Yusuf juga bercerita tentang seseorang yang atas izin Allah Swt, ia bertransformasi menjadi seseorang yang kaya raya. Walaupun beliau sebetulnya tidak memenuhi syarat untuk bisa menjadi sesorang yang kaya, tidak memiliki potensi/kemampuan apapun, tetapi atas izin Allah nasibnya berubah. Dari seorang tukang angkat barang di Tanah Abang sampai saat ini beliau bisa menyediakan pesawat jet pribadi untuk ustad yusuf dapat berpergian kemanapun untuk berdkawah. Subhanallah…

Beliau hanya memberikan pesan bahwa kunci kesuksesan yaitu, jangan sekalipun meninggalkan shalat, jangan berdusta, selalu tinggikan cita-citamu dan jangan sia-siakan kesempatan yang ada meskipun itu berat. Itu yang selalu beliau pegang ketika merantau ke Jakarta sampai sukses saat ini.

Dari kisah yang diceritakan diatas kita dapat melihat contohnya seperti yang tertulis dalam Al Quran Surah Al Baqarah ayat 246-247:

Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, ketika mereka berkata kepada serang Nabi mereka, “Angkatlah seorang raja untuk kami niscaya kami berperang di jalan Allah.” Nabi mereka menjawab, “Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga?” mereka menjawab, “Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?” Tetapi ketika perang itu diwajibkan atas mereka, mereka berpaling kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan Allah maha mengetahui orang-orang yang zalim.

Dan Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “ Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu darinya dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi) menjawab, “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikannya kelebihan ilmu dan fisik. “Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha luas, Maha Mengetahui.

Dari ayat diatas kita dapat menyimpulkan bahwa apapun yang Allah kehendaki itu pasti terjadi. Yang perlu kita lakukan adalah mengerjakan perintahnya dengan ikhlas dan mengharap ridho-Nya. Memohonlah kepada-Nya karna hanya Allah lah yang dapat membuat semuanya mungkin. Karena Allah adalah pemilik segalanya.

demikian ringkasan saya mengenai kajian bulanan di Istiqlal. Tidak banyak yang dapat saya sampaikan namun semoga dapat dipahami dan bermanfaat bagi yang membaca.

Wassalamualaikum wr.wb.

3 thoughts on “Ringkasan Kajian Islam Bulanan Istiqlal 19 Februari 2017

  1. Janji kita buat mengulas ya pus.. Nice share pus, penyampaiannya bagus. Tunggu yaa malem ini gw share kajian waktu itu juga. Kalo ini ga bisa spontan hrs diperisapkan dg matang 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *