Short Story / Stories

Cerita Drianta – Aku Menemukannya (Cerpen)

Bagaimana aku bisa menemukannya?

Ia sesosok yang membuatku jatuh cinta dengan tulisannya. Bukan tulisan dalam surat, lirik lagu, artikel, cerpen atau yang lainnya, apalagi puisi. Sangat menarik, bisa juga dibilang aneh. Aku menyukainya ketika pertama kali aku memulai komunikasi chat dengannya.

Aku menemukannya bukan dari situs pencarian jodoh bukan pula dari situs random chat. Aku menemukannya ketika sedang melakukan komplain kendala di toko online milikku. Ia seorang Customer Care/ Customer Service aplikasi chat toko.

Saat itu aku sedang menunggu antrian customer service yang sedang ramai. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya aku terhubung dengan seorang customer service. Namanya mirip denganku. Aku sedikit tercengang dengan nama Customer Service yang terpampang di layar HPku. Drianto namanya, mirip dengan namaku Drinata. Terlontar kata “Wah..” karena terkejut dengan nama yang tak sengaja mirip. Reaksi yang agak berlebihan. Entahlah, yang jelas keluarga tak menyadari reaksiku yang sedang terkejut. Mereka sibuk dengan dirinya sendiri.

“Selamat malam, Drianto akan membantu ya kak. :)”

Ia memulai percakapannya di chat. Akupun mulai menjelaskan keluhanku. Yang menurutku menarik adalah responnya yang tidak seperti Customer Service pada umumnya. Aku terbiasa dengan kalimat Customer Service yang kaku sesuai SOPnya. Berbeda dengan Drianto disini yang menggunakan kata-kata santai namun seperti memikat lawan chatnya. Sungguh berlebihan dan aneh diriku ini. Benarkah semudah itu aku tertarik pada seseorang.

“Selamat malam, Drianto akan membantu ya kak.”

“Malam… saya ingin bertanya mengenai produk yang saya masukkan ke toko saya kenapa bisa terblokir 2 kali ya?”

“Maaf ya kak kalau tidak nyaman :(. Sini Drianto bantu ya kak. Share ke Drianto ya kak screenshoot kendalanya :).”

Ia menggunakan kalimat yang santai dan lembut. Yang tak biasa adalah ia menggunakan emoticon di setiap chatnya. Aku sudah berkali-kali melakukan komplain atas kendala di toko online milikku tetapi, baru pertama kali aku menemukan Customer Service yang gaya chatnya seperti dirinya. Aku sangat antusias menjelaskan padanya dan membaca balasan darinya.

“Apakah sudah jelas kak pernjelasan dari Drianto? Jika kakak masih belum jelas, Drianto siap bantu menjawab pertanyaan kakak walau sampai 24 jam 😉 “

Aku cukup terkejut dengan kalimat terakhir yang ia katakan di chat setelah penjelasannya yang cukup panjang sebelumnya. Ditambah dengan kata-kata siap 24 jam dan emoticon yang mengedipkan mata seperti menggoda. Rasanya seperti bukan chat dengan seorang Customer Service tetapi lebih seperti chat PDKT dengan seorang cowo.

membaca chatnya yang seperti itu, akupun tidak ingin menyia-nyiakannya. Sepertinya bukan karena masih kurang jelas dengan penyelesaian kendalaku tetapi karena aku lebih tak rela untuk mengakhiri chat ini dengan segera. Ah berlebihan sekali.. Mungkin terlalu lama lama menjomblo membuatku mudah baper. Tapi ini sangat aneh aku baper dengan kata-kata sesorang di chat yang jelas-jelas tidak pernah kenal dan bertemu, terlebih ia adalah seroang Customer Service. Sepertinya aku butuh cepat punya pacar…

“Halah.. mikir apa sih aku ini. Sungguh memalukan.”

Aku kembali menatap layar handphoneku. Aku masih melanjutkan pertanyaanku kepadanya di chat. Tetapi aku merasa kasihan jika terlalu lama merespon pertanyaanku. Bisa-bisa ia tidak memenuhi target harian jumlah customer jika aku mengganggunya terlalu lama. Terlebih pasti chatnya sudah ter-record disana. Jika dievaluasi ia bisa terkena masalah karena kalimatnya dan perkataanya yang 24 jam ditambah waktu menyelesaikan satu customer yang cukup lama. Akhirnya aku menyatakan kepahamanku agar dapat menyudahi chat tersebut. Sudah hampir 30 menit aku berdiskusi dengan Customer Service. Sepertinya aku agak kelewatan. Walau dalam hatiku sedikit sedih harus mengakhiri chat tersebut.

Setelah mengakhiri chat aku mengikuti instruksinya dan permasalahanku selesai. Beberapa jam kemudian ada sebuah notif yang masuk di akun toko online milikku. ada customer yang membeli produk online milikku yang baru saja aku upload beberapa jam yang lalu. Aku kembali terkejut dengan nama si pembeli. Namanya adalah Drianto. Aku teringat dengan Customer Service yang beberapa jam lalu chat denganku. Ah apa mungkin itu orang yang sama. mungkin saja itu orang yang berbeda. Sepertinya imajinasiku hari ini agak berlebihan. Tetapi aku semakin penasaran, akupun membuka profil akun pembeli yang bernama Drianto itu. Tidak ada petunjuk apapun. Lagipula aku juga tidak punya petunjuk lain untuk mencari Customer Service tadi.

Sebelum aku memproses pesananannya aku mengkonfirmasi si pembeli itu karena tak ada notes untuk pesanannya.

“Hai Kak, Apakah saputangannya ingin dibordir inisial nama?” Aku bertanya kepada calon pembeliku dengan chat.

Lama sekali ia tak membalas. Akupun meninggalkan handphoneku untuk melanjutkan aktivitasku merapihkan barang-barang jualanku yg ada di gudang. Dua jam kemudian aku baru mengecek Handphoneku. Aku kembali terkejut dengan kalimat balasan dari customerku yang bernama Drianto. Ia mengingatkanku dengan si Customer Service. 

“Gratis ya kak.. Boleh tolong dibuatkan ya kak Drianta :)”

Kok dia bisa tau namaku? Aku terheran-heran. Jelas aku bukan menggunakan nama pribadiku. Aku menggunakan nama toko untuk akunku. Lagipula emoticon itu mengingatkanku kepadanya. Ah sudahlah aku terlalu banyak menduga. Lagipula untuk apa si Customer Service tadi kebetulan sekali membeli barang di tokoku. Ah tapi bisa saja, tapi untuk apa. aku bergumam dalam hatiku sendiri. Sudahlah ini sangat bagus aku langsung mendapatkan seorang customer.

Dua hari kemudian dana dilepas ke akun penjualan milikku. Sepertinya kirimanku sudah sampai ke customer. Lalu ada sebuah chat whatsapp yang masuk.

“Halo Kak Drianta, ini Drianto customer yang baru lepas dana. Aku ingin kerjasama untuk saputangan bordir namanya kak. Apakah mungkin jika ketemu untuk membicarakan kerjasama? Diluar aplikasi belanja ya kak. Mohon dibalas ya kak. Aku menunggu ;).”

Aku terkejut sambil melontarkan kata “Wow, ini dia genit atau gimana sih kok emotnya kedip-kedip mata”. Aku semakin teringat dengan si Customer Service tempo lalu.

 

~BERSAMBUNG~

Comments

April 16, 2020 at 10:52 pm

Hazeek nih dr chat keluhan jd ngajak ketemuan :3



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *