Cerita / Cerita Rakyat Indonesia

Cerita Rakyat – Candi Roro Jonggrang

Berawal dari mendengarkan sebuah podcast cerita rakyat, aku ingin menceritakan kembali cerita rakyat yang cukup terkenal berkaitan dengan candi yang terdapat di Prambanan yang selama ini sudah banyak kita ketahui. Berikut penggalan ceritanya.

 

Pada suatu hari ada kerajaan yang sangat besar yaitu Prambanan. Rakyat Prambanan sangat damai dan hidup makmur dibawah kepemimpinan Prabu Baka. Disisi lain ada sebuah kerajaan yang tak kalah besarnya dengan kerajaan prambanan, yakni Kerajaan Pengging. Kerjaan tersebut terkenal ingin selalu memperluas wilayah kekuasaannya. Kerajaan Pengging memiliki satu kestaria sakti yang bernama Bondowoso. Dia mempunyai senjata sakti yang bernama Bandung. Sehingga Bondowoso terkenal dengan sebutan Bandung Bondowoso. Selain mempunyai senjata yang sakti Bandung Bondowoso juga mempunyai bala tentara jin. Bala tentara tersebut digunakannya untuk membantunya menyerang kerajaan lain dan memenuhi segala keinginannya. Suatu ketika Raja Pengging memerintahkan Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan. Keesokan harinya Bondowoso memanggil bala tentara jin dan langsung berangkat ke Kerajaan Prambanan. Setibanya di Prambanan mereka langsung masuk dan menyerbu Istana Prambanan. Prabu Baka dan pasukannya kalang kabut karena mereka kurang persiapan. Akhirnya Bandung Bondowoso berhasil menduduki Kerajaan Prambanan dan Prabu Baka tewas terkena senjata Bandung Bondowoso. Kemenangan Bandung Bondowoso dan pasukannya disambut gembira oleh Raja Pengging. Raja Pengingpun mengamanatkan kepada Bandung Bondowoso untuk menempati Istana Prambanan dan mengurus segala isinya, termasuk Keluarga Prabu Baka. Pada saat Bandung Bondowoso tinggal di Istana, dia melihat seorang wanita yang cantik jelita. Wanita tersebut adalah Roro Jonggrang putri dari Prabu Baka. Saat melihat Roro Jonggrang Bandung Bondowoso mulai jatuh hati. Tanpa pikir panjang Bandung Bondowoso memanggil dan langsung melamar Roro Jonggrang.

“Wahai Roro Jonggrang bersediakah engkau menjadi permaisuriku?”

Mendengar permintaan Bandung Bondowoso tersebut Roro Jonggrang terdiam dan terlihat bingung. Sebenarnya dia sangat membenci Bandung Bondowoso karena telah membunuh ayahnya. Tetapi di sisi lain, Roro Jonggrang merasa takut menolak lamaran tersebut. Akhirnya setelah berpikir sejenak Roro Jonggrang menemukan satu cara agar Bandung Bondowoso tidak jadi menikahinya.

Akhirnyan Roro Jonggrang menerima permintaan Bandung Bondowoso dengan satu syarat yaitu dibuatkan seribu candi dan dua buah sumur dalam waktu satu malam. Mendengar syarat yang diajukan, Bandung Bondowoso langsung menyetujuinya. Dia merasa itu adalah syarat yang sangat mudah karena Bandung Bondowoso mempunyai bala tentara jin yang sangat banyak. Pada hari yang sama Bandung Bondowoso mulai mengeluarkan bala tentaranya. Dalam waktu sekejap saja bala tentara tersebut sudah datang. Setelah mendengar perintah dari Bandung Bondowoso, bala tentara tersebut langsung membangun seribu candi dan dua buah sumur.

Roro Jonggrang yang menyaksikan Pembangunan Candi mulai gelisah dan ketakutan karena dalam waktu beberapa jam, tinggal tiga buah candid dan satu buah sumur saja yang belum mereka selesaikan. Roro Jonggrang kemudian berpikir keras mencari cara supaya Bandung Bondowoso tidak dapat memenuhi persyaratannyya. Akhirnya ia terpikir suatu cara. Roro Jonggrang lalu memanggil semua dayang-dayangnya yang ada di istana. Kemudian Roro Jonggrang menyuruh dayang-dayangnya membakar jerami, membunyikan lesung serta menaburkan bunga yang berbau semerbak. Setelah dayang-dayang membakar jerami, tak lama langit tampak kemerah-merahan dan lesungpun mulai dibunyikan. Bau bunga yang disebarkan pun mulai tercium hingga ayam jantan mulai berkokok. Melihat langit memerah, terdengar bunyi lesung dan harum bunga semerbak, maka bala tentara Bandung Bondowoso mulai pergi meninggalkan pekerjaannya karena mereka hanya bisa bekerja di malam hari. Melihat bala tentara yang pergi, Bandung Bondowoso kebingungan dan berteriak memanggil tentaranya. Bala tentara jin tersebut tetap pergi dan tidak menghiraukan teriakan Bandung Bondowoso. Bandung Bondowosopun merasa sangat kesal dan berusaha menyelesaikan candi yang tersisa sendirian. Namun belum selesai pembangunan candi tersebut pagi sudah datang. Bandung Bondowoso gagal memenuhi syarat dari Roro Jonggrang. Mengetahui hal tersebut Roro Jonggrang menghampiri Bandung Bondowoso.

                “Kau gagal memenuhi persyaratanku Bandung Bondowoso.”

Mendengar perkataan tersebut Bandung Bondowoso sangat marah.

                “Kau curang Roro Jonggrang. Sebenarnya kaulah yang menggagalkan pembangunan seribu candi tersebut. Karena itu aku akan mengutuk kau menjadi patung yang ada di candi tersebut.”

Dengan kesaktian Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang langsung berubah menjadi patung. Wujud patungnya kini dapat dilihat di dalam komplek Candi Prambanan dengan candi yang dikenal bernama Candi Roro Jonggrang.

 

Sekian penggalan cerita yang saya dengarkan dari sebuah podcast. mungkin untuk cerita rakyat seperti ini terdapat berbagai macam versi yang sedikit berbeda namun pada inti dari ceritanya adalah sama dan ada pelajaran yang dapat dipetik dari setiap kisahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *