My Cat / Others

Kaki Kucingku tiba-tiba Pincang dan Berdarah

Kucingku namanya Keju alias panggilannya Uwek. Mamaku yang memberi panggilan itu dan Ia justru familiar dengan panggilan Uwek tidak dengan panggilan Keju. Kucingku ini Persia berwarna abu-abu. Ia sering main keluar rumah dengan memanjat pagar dan kadang keluar dari balkon atas rumah. Memang Kucing ini kami biarkan main sesuka hatinya karena Ia sudah sangat pintar dan pasti kembali. Juga larinya sangat kencang jadi tidak mudah ditangkap orang. Ketika ingin main keluar, saat kami larang dan kami suruh kembali kerumah, ia akan lari dengan kencang seperti tidak mau ditangkap. Aku pun kewalahan mengejarnya. Tetapi seusai bermain Ia akan kembali kerumah untuk makan dan tidur jika sudah lelah ataupun bersantai di dalam rumah.

Suatu ketika pada hari Kamis tanggal 26 Desember 2019, kucingku pulang bermain dan seperti biasa masuk kerumah dengan masih memanjat pagar. aku melihat ia menghampiriku yang saat itu sedang di teras rumah. Kaki depannya yang kanan ia angkat satu dan jalan dengan pincang. Ia mengeong meminta makan. Aku pikir ia habis berkelahi dengan kucing lain diluar. Sebelumnya ia juga pernah pincang dan mamaku mengikat kakinya dengan perban yang diberikan batang sereh yg sudah digeprek di kedua sisi kakinya dan tak lama sembuh. Aku juga pernah membaca beberapa cerita di blog bahwa kucing jika pincang pertolongan pertamanya dapat diolesi sereh yang sudah di geprek atau jahe. Saat itu akupun ingin melakukan hal yang sama seperti yang mama pernah lakukan yaitu mengikat dengan perban dengan memberikan batang sereh yang sudah digeprek di kedua sisi kakinya. Namun saat aku ingin memegang kakiknya ia justru marah tidak seperti biasanya dan langsung lari mengumpat di kolong meja. akhirnya aku berusaha mengolesi kakinyanya saja dengan batang sereh tadi supaya ada rasa hangat-hangat lalu ia pun mengeong seperti kesakitan dan berlari lagi dengan pincang. Firasatku dan kakakku jadi tidak enak sepertinya ia sangat kesakitan. Aku sangat takut kakinya patah atau retak. Saat itu sudah malam akhirnya kami biarkan dulu dan menunggu perkembangan esok harinya. Esoknya ia masih pincang tetapi nafsu makannya masih bagus. Terlihat kakinya sudah mulai bengkak. Aku semakin khawatir karena tidak ada yang bisa membantuku mengantarnya ke Puskeswan ataupun Klinik Hewan. Iapun hanya mengumpat di kolong dan keluar jika dipancing makanan namun setelah selsai makan ia kembali mengumpat. Akupun menunggu sampai hari sabtu ketika libur.

Sabtu pagi aku mencari disekitar rumah ia pasti mengumpat. Suara kalungnya terdengar kerincing. Akupun mencarinya untuk memberikan makan. Benar saja ia mengumpat di bawah lemari. Aku menyuruhnya keluar untuk makan. Saat ia makan aku melihat darah menetes di lantai. Aku langsung panik ketakutan segera setelah memberinya makan aku akan membawanya ke Dokter. Tentu saja Puskeswan Depok tutup di hari libur sabtu tidak seperti Puskeswan di daerah Ragunan Jakarta yang buka pada hari sabtu. Akhirnya aku, kakak dan papa pergi membawa kucing kami mencari klinik terdekat daerah rumah. Sampailah kami pada Klinik “Graha Satwa Depok”. Graha Satwa Depok ini letaknya di Ruko Pancoran Mas, Jl. Raya Sawangan Depok. Kebetulan sangat dekat dengan rumah.

Berikut link-nya:

Web https://business.google.com/website/graha-satwa-depok

Instagram https://www.instagram.com/graha_satwa_depok/

Sesampainya di Graha Satwa aku mendaftarkan kucingku di meja pendaftaran. Saat itu masih menunggu satu pasien yaitu seekor anjing. Kamipun menunggu giliran. Tak lama nama kucingku dipanggil. Kami pun masuk dan Kucing dibawa masuk oleh perawatnya. Didalam kami bertemu dengan Dokter perempuan. Namanya Dokter Vania. Kucingku diperiksa kakinya oleh Dokter dan dibantu dipegangi oleh perawatnya. Benar saja kakinya ada lukanya dan itu berlubang cukup parah. Kakinya pun sudah bengkak. Akupun sangat sedih melihatnya seperti orang tua yang melihat anaknya sakit.

Saat diperiksa dokter, tidak hanya keluhan kakinya saja yag diperiksa tapi perut bagian belakang juga diraba seperti diperiksa bagian ginjalnya juga kupingnya, lalu diukur suhunya. Kucingku demam juga suhunya sekitar 39,9 derajat mungkin karena lukanya lumayan parah sampai bengkak. Dan tidak hanya telapak kaki bagian depan saja tetapi juga bagian telapak belakang berdarah dan berlubang. Aku jadi tidak tega melihatnya. Kata Dokter sepertinya tertusuk sesuatu atau berkelahi dengan kucing lain lalu kukunya menancap. Tetapi lebih kuat dugaan tertusuk sesuatu karena lukanya cukup dalam dan lumayan besar lubangnya. Akhirnya Kucingku diberikan suntikan anti radang dan antibiotik.

Lalu untuk pengobatan dirumah diberikan obat minum antibiotik kapsul dan salep untuk luka. Juga aku membeli Rivanol dan kapas seperti yang dianjurkan Dokter untuk dibersihkan terlebih dahulu sebelum diberikan salepnya.

Untuk biaya ke dokter dan obat lumayan murah untuk kasus kucingku ini. Berikut rinciannya:

  • Biaya Dokter : Rp. 70.000
  • Biaya Tindakan (Injeksi anti radang, antibiotik & vit) : Rp. 60.000
  • Obat Antibiotik Kapsul : Rp. 25.000
  • Salep Luka : Rp. 15.000

Total Rp. 170.000 belum termasuk Rivanol dan kapas. Lumayan murah tidak seperti yang dibayangkan awalnya aku kira akan 300an keatas.

Sekarang sudah lewat 4 hari semenjak berobat ke dokter. Dan luka telapak kaki belakang sudah kering. Hanya kaki bagian belakang yg masih basah lukanya. Tetapi bengkaknya sudah berkurang dan sudah hampir sama antara kaki lainnya. Juga kakinya sudah tidak pincang dan dapat berjalan menapak seperti biasa. Aku sangat bersyukur. Semoga Kucingku segera pulih dan kembali lincah. Aamiin..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *