Others

Kebahagiaan Dapat Dibagi, Kesedihan?

Kata salah seorang penulis, kesedihan itu bisa dibagi sama seperti kebahagiaan. Kesedihan akan berkurang jika dibagi dan kebahagian tak akan berkurang dan justu berlipat ganda rasa bahagianya ketika dibagi.

“Setuju mas!! Tapi pertanyaannya siapa yang mau dibagi kesedihan?”

“Adakah yang mau memungut sedikit rasa sedih untuk mengurangi bebannya?”

Begitu kira-kira pertanyaan yang timbul dari seseorang yang sedang merasakan kesedihan.

Secara teori alias kata-kata, ya memang bisa dibagi dengan bercerita dan meminta saran. Tapi apakah mereka benar-benar mendalami atau benar-benar tau perasaan seseorang itu? Jawabannya tak ada yang memahami kita selain diri sendiri. Beberapa mungkin peduli dan merasa iba tapi tidak dapat merasakan benar-benar karena yang menghadapi bukanlah orang tersebut tapi diri kita sendiri.

Ketika kita sedang larut dalam kesedihan, umumnya kita akan mencari teman untuk bercerita dan berharap rasa sedih itu akan berkurang. Namun jika kesedihan terus diceritakan terkadang seseorang yang mendengarkan akan bosan dan berpikir, “ini anak maunya apa sih dikasih tau ini tetap aja gak ngaruh”. Ada yang tersirat dan tak tersirat menunjukkannya. Mungkin itu salah satu tanda orang tersebut tidak mau dibagi kesedihan. Ya jelas saja sih mana ada orang yang mau ikut sedih. Semua orang tentunya ingin bahagia.

Kita mungkin punya teman baik, pacar dan keluarga tentu saja ia bersedia mendengarkan keluh kesah kita. Tetapi tidak akan berubah atas kesedihan yang kita rasakan. Kesedihan itu yang menghadapi diri kita. Beda halnya jika kesedihan itu dihadapi bersama. Kesedihan bersama maksudnya dua orang atau lebih memiliki rasa sedih yang sama. Peristiwa sedih yang sama dan kondisi yang sama. Yang mengatasi rasa kesedihan itu pastinya diri kita sendiri. Ada yang setelah bercerita rasa sedihnya berkurang. Hal itu bukan karena perasaan sedih kita dibagi tetapi mindset kita yang berpikir jika bercerita kesedihan akan berkurang. Ini diri kita sendiri sebetulnya yang mengatasi.

Ada yang pernah menonton drama korea 49 days? Dari drama ini kita bisa berkaca bahwa dalam dunia nyata tidak semua benar-benar peduli bahkan orang terdekat kita seperti pacar ataupun teman baik dan tidak semua keluarga besar benar-benar peduli. Bukan berarti tidak ada orang yang tulus. Tentu saja diluar sana banyak orang yang juga tulus kepada kita. Tetapi disini kita dapat belajar bahwa kita tidak bisa berharap banyak dari orang lain. Yang mengatasi masalah pada diri kita pastinya diri sendiri. Tidak ada yang dapat menyelamatkan kita dari kesedihan selain diri sendiri.

Tentunya setelah kita merasakan kesedihan yang dalam dan bercerita kepada banyak orang terdekat kita dapat jawaban bahwa kesedihan itu tidak dapat dibagi tetapi diatasi, ikhlas dan tetap berusaha menjadi seseorang yang lebih baik dan lebih tegar juga tidak lupa kepada yang maha kuasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *