Short Story / Stories

KUCING MANJA DAN GEROMBOLAN TIKUS PENCURI

Pada suatu hari dirumah yang besar tinggal seekor kucing yang dipelihara si pemilik rumah. Kucing itu hidup sangat berkecukupan dengan makanan bergizi yang berlimpah. Si pemilik kucing sangat menyayangi kucing itu. Ia memberikan makanan yang sangat banyak sehingga kucing itu semakin besar dan menjadi gendut. Setiap hari kucing itu hanya makan dan tidur. Tubuhnya jarang digerakkan untuk beraktivitas kecuali bermain bersama pemiliknya. Itupun sangat singkat karena si pemilik rumah sangat sibuk. Si pemilik selalu meninggalkan makanan untuk kucingnya di sebuah tempat yang besar dan diisi penuh. Kucing itu dapat menikmati makanannya kapanpun dan sebanyak apapun karena setiap si pemilik rumah pulang ia akan mengisi lagi dengan makanan yang baru. Juga pada malam hari si kucing akan diberikan susu kesukaannya. Dengan kemewahan yang dimiliki dirumahnya, kucing itu tidak pernah keluar dan bermain keluar rumah. Ia sangat senang tinggal dirumah. Di ruangannya terdapat mainan, Kasur untuk beristirahat dan juga makanan yang berlimpah.

Suatu ketika seekor tikus yang biasa mencuri di dapur berkeliling rumah memantau keadaan untuk mencari makanan dan melaporkan kepada teman-temannya jika ada makanan yang dapat mereka curi. Tikus itu melewati sebuah pintu ruangan. Dari bawah celah pintu yang dilewatinya, ia melihat begitu banyak makanan tersedia di dalamnya. Si tikus lalu bergegas pergi untuk melaporkan pada teman-temannya.

“Aku baru saja melihat makanan lezat yang melimpah dengan seekor kucing gendut manja tinggal disana. Ayo kita ambil makanan kucing itu bersama-sama. Sepertinya kucing itu tidak akan bisa berbuat apa-apa. Ia gendut dan pemalas juga tampak lemah tidak seperti kucing lainnya.” Kata seekor tikus tadi mengajak teman-temannya.

Gerombolan tikus pun sepakat mengambil makanan kucing itu. Mereka bergerak menyusuri ruangan. Setibanya di tempat sasaran mereka langsung masuk melalui celah dibawah pintu. Di dalam ruangan mereka mendapati si kucing sedang tertidur pulas karena kekenyangan. Dengan mudahnya tikus-tikus itu memakan makanan kucing itu sampai kenyang dan membawa sebagian untuk dibawa ke lubang persembunyian mereka. Para tikus kembali dengan perut yang kenyang. Ia tidak perlu lagi mencuri ke dapur dengan perasaa takut terkena perangkap atau terkena racun tikus.

Suatu ketika si kucing terbangun dari tidurnya dan mendapati makanannya tersisa sangat sedikit. Padahal baru saja menjelang waktu makan siang dan si pemilik rumah baru tiba di malam hari untuk mengisi dengan makanan yang baru. Akhirnya kucing itu memakan-makanannya yang tersisa dan menunggu sampai si pemilik rumah tiba dengan perut yang sangat lapar.

Keesokan harinya si kucing yang penasaran mencoba untuk tidak tidur siang namun ia berpura-pura tidur agar dapat mengetahui siapa yang mengambil makanannya. Tak lama masuklah gerombolan tikus-tikus. Mereka dengan lahapnya langsung memakan makanan kucing itu. Si kucing yang berpura-pura tidur pun mengetahui bahwa ada tikus yang menyantap makanannya. Ia langsung bangun dan bersuara meraung untuk mengusir tikus-tikus itu. Para tikus yang mendengar si kucing bangun, lalu berhenti makan dan menoleh kearah kucing yang sedang marah itu. Namun tanpa rasa takut para tikus hanya menatap kucing itu. Si kucing berusaha menghampiri tikus-tikus itu dengan berlari pelan karena badannya yang gemuk hingga sulit berlari kencang. Si kucing memasang wajah marahnya berharap si tikus kabur. Namun tak sedikitpun tikus-tikus itu bergerak dan takut. Semakin dekat dengan tikus-tikus itu si kucing menyadari bahwa jumlah tikus yang memakan makanannya cukup banyak tak seperti yang ia kira. Ia lalu terhenti dan merasa takut karena banyaknya jumlah tikus pencuri itu. Si tikus yang menyadari bahwa si kucing berhenti ia kembali asik memakan makanan kucing itu. Kucing itu pun mengeong dan meraung. Namun tak dihiraukan oleh tikus-tikus itu.

“Hei kucing terima kasih atas makananmu kami sangat kenyang. Kami akan kembali lagi esok hari.” Kata salah satu dari tikus itu.

Si kucing hanya diam dan menatap makanannya yang tersisa sedikit. Ia ingin sekali menyerang tikus itu namun jumlah tikus yang banyak membuatnya takut akan dikeroyok ditambah badannya yang sangat gendut sehingga ia tidak dapat melompat dan berlari dengan lincah. Kini ia menyesali dirinya yang terlihat gendut dan manja juga tidak lincah karena jarang beraktivitas sehingga diremehkan oleh gerombolan tikus-tikus itu dan mereka tanpa takut mengambil makanan miliknya.

 

Oleh: Puspa Harahap

15 Oktober 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *