My Cat / Others

KUCINGKU SI PERSIA YANG GALAK

Oleh : Puspaharahap

 

Sudah 3 tahun ini aku merawat kucing persia berwarna abu-abu ini. Dulu waktu kecil aku sangat takut kucing. Dirumah sempat punya peliharaan kucing domestik dan itu adalah peliharaan kakak. Setelah kucing domestik tiada kami tidak memelihara kucing lagi. Hanya kelinci dan ayam yang kami pelihara. Sampai akhirnya aku sudah bekerja, aku ditawari temanku seekor kucing persia. Sebelumnya aku sudah mulai jatuh cinta dengan kucing tetapi hanya sekedar senang melihat dan tidak terpikir untuk memelihara karena dulu sangat takut kucing. Sebenarnya bukan takut yang seperti takut digigit hanya saja sangat risih ketika kami makan dia akan terus mengeong padahal sudah diberikan makanan. Bahkan sering naik keatas meja ketika kami makan. Entahlah mungkin naluri kucing. Atau dia yang masih lapar walau aku lihat makanan di tempatnya masih banyak. Mungkin saja dia sudah terbiasa seperti itu diluar. Karena kucing yang dulu, kami temukan saat melewati masjid dekat rumah dan mengantar kami kerumah sampai menginap dirumah. Akhirnya kami memutuskan untuk memeliharanya karena kakak begitu suka kucing. Kembali ke kucing kami saat ini si Persia abu-abu. Si abu-abu ini awalnya aku ditawari temanku kucing. Temanku yang menawari kucing ini ditawari oleh temannya dan temanya temanku yang menawari temanku kucing ini asalnya dari bosnya. Gimana tuh bingung gak… hahaha XD

Jadi bosnya temannya temanku ini punya banyak kucing dan menurutnya kebanyakan jadi takut Kutidak terurus dengan baik. Jadi kucingnya mau dia kasih-kasih ke orang dengan syarat orangnya dapat dipercaya dan benar-benar akan mengurus bukan hanya karena senang mendapat kucing bagus untuk gaya-gayaan atau update insta story. Lalu temannya temanku ini nawarin dua ekor kucing satu betina dan jantan karena temanku ini kebetulan pecinta kucing dan dia juga punya kucing dirumah jadi temannya itu percaya untuk memberikan hak asuh kepada temanku ini. Tetapi karena temanku ini sudah memiliki kucing jantan dirumah dan agak repot jika mengurus kebanyakan lalu ia menawarkan kepadaku karena ia tau aku juga gemas dengan kucing walaupun aku dulu takut kucing. Dia percaya padaku bahwa aku tidak akan menelantarkan hewan begitu saja. Dan kebetulan juga kakak dan adikku pecinta kucing. Akhirnya temanku ini mengambil si betina berwarna putih kecoklatan dan aku memiliki si jantan abu-abu.

 

 

Kucingnya sudah diberi nama oleh yang punyanya terdahulu. Si jantan abu-abu diberi nama Keju dan si betina bernama Moly. Aku sendiri memanggil si abu-abu Uwek hahah entah mamaku yang memberinya nama dan sangat nurut ketika dipanggil Uwek. Dipanggil Keju tidak pernah nyaut atau nengok. Si Uwek ini sangat takut dan nurut sama mamaku. Kami anggap dia dirumah adalah si bontot. Sudah seperti anak untuk mamaku dan seperti adik bagi kami bertiga yaitu aku, kakak dan adikku. Mamaku mendidik dia dari yang buang kotoran sembarangan sekarang sudah pinter gak buang kotoran dirumah tapi selalu keluar dan mencari tanah di kebun dekat komplek. Aku pernah melihat dia pergi ke kebun dan langsung balik lagi. Apalagi kalau bukan untuk buang kotoran. Kami sendiri mendidik kucing ini tidak seperti kucing lain jenisnya yang manja dan diberikan pasir. Selain repot buangnya karena pup terus juga boros harus sering beli pasir jadi lebih baik di didik seperti naluri kucing kampung dan uangnya bisa dibelikan makanan lebih untuknya. Orang bilang kucing seperti itu tidak boleh kena pasir atau tanah diluar karena akan sakit. Tapi sepertinya tidak juga asal kita bisa merawat dengan sering membersihkannya alhamdulillah kucingku baik-baik saja. Kucingku ini kalau mau main keluar sering manjat pagar kadang juga keluar dari balkon atas. Kalau dia terlalu sering main keluar kadang mamaku kesal karena pulang-pulang pasti bawa kotoran entah daun rumput atau tanah yg menempel di bulunya yang sulit diambil karena bulunya memang bukan yang gampang dibersihkan seperti kucing domestik. Kalau mama tau dia sedang naik tangga keatas, lalu mama marahin dan dia mengerti kalau mama marah. Lucunya bukan semakin naik keatas dia malah kembali turun dan ngedumel dengan eongannya lalu lari keteras dan pergi kepojok. Seperti anak kecil yang habis dimarahi hahaha. Kami sangat gemas dan sayang. Umurnya mungkin sudah sekitar 4 tahunan lebih. Aku pun tidak tahu persis.

Kucing ini memang hiburan dirumah dan keluarga kami juga. Semoga sehat selalu dan berumur panjang.. Aamiin..

 

Oleh: Puspaharahap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *