Others

Pengalaman Mengikuti Tes SIMAK Pascasarjana UI – MAKSI (Magister Akuntansi)

Singa yang tak meninggalkan sarang takkan memangsa, dan panah yang tak terlepas dari busurnya takkan mengena. – (Imam Syafii)

~ Curahan Keinginan Melanjutkan S2 ~

Keinginan untuk melanjutkan S2 sudah lama memang sejak lulus S1 di tahun 2015. Namun pada saat itu banyak keraguan dan pastinya saat itu aku masih ingin merasa bebas dan menikmati hasil kerja keras setelah lulus. Akhirnya kuputuskan untuk bekerja sekitar 1-2 tahun dahulu baru akan melanjutkan S2. Hampir 2 tahun bekerja keinginan untuk melanjutkan kuliah ke jenjang S2 muncul lagi. Lalu akupun mempersiapkan untuk kuliah keluar negeri dengan program beasiswa. Namun keinginan itu pun gagal karena ada suatu permasalahan internal dan eksternal. Setelah kegagalan itu pun aku kembali fokus bekerja saja. Setelah total 4 tahun bekerja keinginan untuk S2 muncul lagi. Keinginanku untuk upgrade semakin besar ditambah saat itu adikku yang umurnya beda 2 tahun dariku mendaftar ujian SIMAK UI. Ia mengikuti Tes SIMAK gelombang I. Kalau tidak salah sekitar bulan februari-maret. Saat itu ia juga meminta bantuan untuk belajar sebelum tes. Jadi saat itu aku menjadi pembimbing belajar adikku sendiri walau aku sendiri belum berani bergerak untuk mendaftar. Setelah melewati tes tersebut, tiba saatnya pengumuman kelulusan untuk adikku. Dan ia pun lulus diterima sebagai mahasiswa magister ilmu hukum UI. Perasaanku saat itu bangga dan juga iri dengan adikku. Perasaan bangga karena ia lulus juga bangga pada diriku yang berhasil membantu adikku belajar ketika ia mempersiapkan diri untuk tes. Iri karena dia lebih cepat bergerak dan lebih percaya diri dariku. Karena saat itu masih banyak keraguan, pikiranku saat itu mungkin akan sangat sulit mengatur waktu kuliah sambil kerja. Tetapi jika tidak bekerja apakah diri ini siap menghabiskan tabungan tanpa ada pemasukan sama sekali. Walaupun orangtua siap membiayai aku malu pada diriku sendiri yang sudah setua ini masih mengandalkan uang orangtua.

~ Persiapan Ujian SIMAK ~

Setelah kelulusan adikku akhirnya aku bertekad untuk belajar dan mengikuti tes di gelombang II. Saat itu sedang di masa pandemi covid 19 yang lebih banyak wfhnya daripada ke kantor jadi waktu yang seharusnya digunakan untuk perjalanan pulang bisa digunakan untuk belajar dan mempersiapkan diri. Saat mempersiapkan diri akupun sering goyah. Terkadang muncul pikiran yakinkah aku? atau bisakah aku? sehingga membuat jadwal belajar tidak karuan karena mood yang naik turun. Aku mempersiapkan tes itu mulai sekitar di bulan mei akhir sebelum pendaftaran buka. Waktu itu pendaftaran baru dibuka pada tanggal 19 juni-19 juli 2020. jadwal belajar cukup kacau. Minggu awal aku bisa belajar seminggu 3 kali lalu setelahnya kadang dalam seminggu sama sekali tidak belajar atau hanya sekali seminggu dengan jumlah jam yang hanya 1 jam atau 2 jam karena keraguan yang mempengaruhi mood. Akhirnya karena kebanyakan tidak moodnya jadi aku mungkin lebih banyak galuanya daripada belajarnya. Tidak terasa sudah awal juli dan tes akan dilaksanakan di tanggal 26 juli. Aku panik seperti kebakaran jenggot karena waktu yang sudah tinggal sedikit. Ditambah saat itu aku mendapatkan klien baru di kantor dan mengharuskan aku bekerja lebih banyak di kantor walaupun ada hari-hari wfhnya juga. Aku mulai giat belajar di 2 minggu terakhir dengan 2 jam belajar dalam 2 minggu terakhir itu sekitar 7 kali. Perasaan kacau saat itu stress takut gagal dan stress kerjaan. Akhirnya 2 hari sebelum tes aku sakit demam dan muntah-muntah. Saat itu hanya pasrah dan istirahat saja. Untungnya tesnya online jadi tidak perlu keluar rumah. Tapi tetap saja dipantau dengan kamera yang wajib diaktifkan. bedanya hanya kita tidak ke lokasi langsung saja.

~ Hari Ujian Tertulis SIMAK ~

Hari tes tiba, waktu itu di tanggal 26 juli hari sabtu pukul 8 pagi – 12 siang. Kondisiku saat itu masih sakit aku menahan mual dan muntah sebelum istirahat jeda tes bahasa inggris karena peserta tidak diperbolehkan hilang pandangan dari kamera. Jadi waktu itu ada 2 ujian yang sesi 1 tes TPA sampai sekitar jam 10 lalu nanti istirahat sekitar 15 menit kalau tidak salah. Kemudian yang kedua dilanjutkan dengan tes Bahasa Inggris.

Untuk tes TPA ada sistem Minus (-) jika salah jadi sebaiknya dikerjakan yang benar-benar yakin saja. Lalu untuk tes Bahasa Inggris tidak ada sistem minus (-)  jadi baiknya dikerjakan semuanya saja. Untuk soal Bahasa inggris waktu itu lupa jumlahnya berapa tapi kalo gak salah 75% reading dan panjang banget jadi harus bisa atur waktu, lalu 25% nya soal grammar. Untuk TPA nya juga gak kalah susah ya menurutku. Untuk soalnya ya mirip-mirip yang ada di TPA OTO BAPPENAS ya walaupun gak persis tentunya. Yang aku ingat waktu itu ada soal yang seperti mengerjakan sudoku kurang lebih aku menemukan 3-4 soal sudoku dengan kotak kecil. (-__-”)

~ Tes Interview Pascasarjana ~

Akhirnya selesai sudah ujiannya aku pasrah saja keyakinanku lulus ujian itu sekitar 60%. Saat itu tinggal menunggu pengumuman di tanggal 15 Agustus 2020. Seminggu setelah ujian pada hari minggunya sekitar waktu selesai maghrib aku mendapat pesan whatsapp dari UI bahwa akan ada tes interview di hari senin untukku. Awalnya aku kaget karena info yang dadakan dan aku pikir tidak ada interview karena adikku yang di fakultas hukum tidak diinterview. Walau aku baca di beberapa blog orang yang pernah mengikuti tes masuk pascasarjana UI beberapa ada juga yang interview entah jurusan apa. Perisapan interview seadanya saja karena aku baru mendapat info malamnya. Interview saat itu diadakan 2 kali. Yang pertama dengan psikolog lalu yang kedua dengan Ketua prodi MAKSI di hari yang berbeda. Kupikir saat itu infonya dadakan sekali tetapi ternyata sudah di email sebelumnya namun masuk spam jadi tidak terbaca. Mungkin setiap buka email harus sering cek spam ya takut ada info apapun masuk tapi tidak terbaca karena masuknya ke spam.

Untuk interview waktu itu pertanyaan dari psikolog kurang lebih sama seperti kita interview kerja ya. Bedanya hanya ini lebih ke motivasi kita untuk kuliah dan bagaimana kita memposisikan diri kita nantinya ketika sudah kuliah apalagi jika sambil kerja. Ini lebih menguji ke kesiapan kita untuk melanjutkan jenjang S2. Lalu untuk interview dengan Ketua Prodi juga kurang lebih sama yaitu kesiapan kita nantinya saat kuliah namun lebih ke detail pekerjaan yang saat ini dikerjakan apakah siap untuk membagi waktu dengan kuliah dari segi biaya lalu prioritas kita untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Interview dilakukan online karena masih masa pandemic. kurang lebih 15-20 menit untuk masing-masing baik psikolog maupun ketua prodi.

~ Pengumuman Pascasarjana SIMAK UI ~

Tanggal 15 Agustus adalah pengumuman SIMAK Pascasarjana UI Gelombang II. Dijadwalkan akan bisa dilihat jam 1 siang. setelah jam satu aku beberapa kali refresh belum kelihatan pengumumannya. Dag dig dug banget waktu itu. Akhirnya setelah jam 1 lewat 10 menit akhirnya muncul pengumumannya dan aku dinyatakan lulus. Syukur alhamdulillah akhirnya perasaan dag dig dug selesai.

Saat ini aku tinggal menunggu kelas dimulai pada tanggal 14 september. Ternyata bukan hanya pada saat ujian tes masuk dan menunggu pengumuman kelulusan tes saja yang dag dig dug, menunggu kelas pertama dimulai juga dag dig dug hehehe karena sudah lama tidak kuliah dan belajar. Dan sebagai informasi untuk IPK minimal di MAKSI UI itu 3,00 supaya tidak DO. Jadi gak boleh main-main apalagi kuliah hanya untuk bergaya. Kuatkan hati dan mental untuk yang mau melanjutkan S2 di UI. Tetap harus semangat semoga bisa mengikuti dan dilancarkan semuanya juga lulus tepat waktu. Aaamiiin..

Untuk yang mau ikut gelombang III atau sedang mempersiapkan di tahun selanjutnya semangat semoga berhasil. Tetap semangat karena kita akan tau berhasil atau tidaknya dengan mencoba. Tetapi jangan mencoba jika tidak melakukan persiapan ya..  😀

Demikian semoga bermanfaat bagi yang membaca. Kalau ada yang ingin ditanyakan lebih jelas dan berbagi pengalaman bisa komen dibawah, bisa  juga dm di twitterku atau di ig.. 🙂

It’s a big world out there, it would be a shame not to experience it. – (Jo Andrews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *